Sabtu, 06 Juli 2013

Remembrances

Ah..!!
Inilah citra hidup,
Bagai pendar kita hanya hadir dalam kanvas-kanvas tak berwarna..
Jalan-jalan basah dan kering Jejak pada setapak yang akhir,
Mereda, dan memupus..

Siapakah mau menoleh pada cermin wajah pecundang?
Bukan mimpi yang datang membunuh hari, dera yang mengoyak luka-luka
Tenggelam dalam nyanyi-sunyi kematian, dalam doa dan puja-puji..
Segalanya merubah bentuk diam-diam diri kitapun sembunyi,
Setengah bayang-bayang, setengahnya lagi nanar yang hitam..

Masa adalah kalkulasi angka-angka waktu yang sudah lama kita tahu,
Sementara kita akan hadir dalam kenyataan hari ini..
Tiap kali daun-daun jatuh dan gugur, ternyata kenangan hanyalah perkara lucu..
Tak apa... kita tak memilih untuk hidup, tapi hanya memilih menjalani hidup..
Seperti telah ku basuh bersih namamu dari euforia hatiku,
Seperti itu juga telah kau basuh bersih pula namaku dihatimu..
Demikianlah kita memilih..

Maka barangkali itulah sebabnya kita tak pernah benar-benar ada..
Dan disana kulihat, kau juga lihat; lentera-lentera sudah lama meredup dan sayu,
Dalam bisik-bisik angin memecah kelaut,
serta degup demi degup jantung yang mulai surut,
Lalu akan ada masa;
Di tempat yang abadi ini kita akan segera pergi
dalam hembusan nafas panas yang mencari arti..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar