Hari-hari yang telah banyak membawa pergi cerita,
Menyisakan taman-taman yang tak bermusim
dan bunga-bunga yang tak mengembang..
Perjumpaanku denganmu bagai sajak yang jatuh melankolis,
Masa gelap dan terang berkelebat hilang dalam kenangan yang berdebu..
Demikianlah sunyi berdiri sendiri,
lalu membuat segalanya lekas bertukar dengan perasaan yang menjadi bahaya...
Andainya waktu yang sejenak dapat merubah lanskap hati kita,
Maka kata-kata akan jadi khianat yang ilusi..
Abadi, mungkin pula tak abadi..
Kita memang selalu akan berhadapan pada mungkin..
Senantiasa bertemu dengan ketidak-pastian..
Bukankah matahari telah naik dan jatuh lalu melahirkan kenyataan yang asing..
Dalam perasaan-perasaan yang memilih artinya sendiri,
ada keluh kesah yang tenggelam dalam bicara yang tak ritmis..
Barangkali kita terlampau ingin memberi harga pada yang sia-sia..
Aah...! waktu memang mesin hitung yang misteri, selalu menghadirkan yang dikenal dan yang tak dikenal, yang diperhitungkan dan yang tak diperhitungkan...
Mungkin akan terlihat begitu sentimentil, mendengar Schubert berbicara padaku dengan sonatanya malam ini kurasa kini aku tak mengenal siapa-siapa lagi..
Hingga akhirnya hari akan segera melengkapkan tahun lalu kemudian pergi dihembus waktu.. Kita tak lagi berdoa, tak lagi bisa menerka, hanya ada senja dan sinar redup yang renta..
Menyisakan taman-taman yang tak bermusim
dan bunga-bunga yang tak mengembang..
Perjumpaanku denganmu bagai sajak yang jatuh melankolis,
Masa gelap dan terang berkelebat hilang dalam kenangan yang berdebu..
Demikianlah sunyi berdiri sendiri,
lalu membuat segalanya lekas bertukar dengan perasaan yang menjadi bahaya...
Andainya waktu yang sejenak dapat merubah lanskap hati kita,
Maka kata-kata akan jadi khianat yang ilusi..
Abadi, mungkin pula tak abadi..
Kita memang selalu akan berhadapan pada mungkin..
Senantiasa bertemu dengan ketidak-pastian..
Bukankah matahari telah naik dan jatuh lalu melahirkan kenyataan yang asing..
Dalam perasaan-perasaan yang memilih artinya sendiri,
ada keluh kesah yang tenggelam dalam bicara yang tak ritmis..
Barangkali kita terlampau ingin memberi harga pada yang sia-sia..
Aah...! waktu memang mesin hitung yang misteri, selalu menghadirkan yang dikenal dan yang tak dikenal, yang diperhitungkan dan yang tak diperhitungkan...
Mungkin akan terlihat begitu sentimentil, mendengar Schubert berbicara padaku dengan sonatanya malam ini kurasa kini aku tak mengenal siapa-siapa lagi..
Hingga akhirnya hari akan segera melengkapkan tahun lalu kemudian pergi dihembus waktu.. Kita tak lagi berdoa, tak lagi bisa menerka, hanya ada senja dan sinar redup yang renta..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar