Jumat, 14 September 2012
Selamanya
Selamanya kata-kata akan jadi abu,
Dari enam tahun pertemuan kita itu
Dua ribu matahari jatuh ke tanah,
Tiga ratus pekan tenggelam
dalam hari yang mati..
Mengurai pedih cinta pada kekasih,
Menghayati arti Sejati dalam kesendirian..
Malam yang datang pelan-pelan,
Kemudiannya adalah pesona dalam kesunyian yang pucat..
Hari itu tetap kita kenang sebagai kehangatan suka-cita,
Namun begitulah kita harus menyerah pada hukum-hukum hari..
Kehidupan masa datang yang menjadi asing,
Mengantarkan kita pada kotak-kotak waktu..
Menjadikan sekat masa antara dulu, kini, dan esok..
Ooh.. andai kita punya mantra...
Mantra penangkal kutuk waktu yang hitam kelam,
Mantra penghapus kebencian pada yang sudah-sudah..
Mantra yang mendamaikan perasaan kita
Penawar dari segala penawar,
Hingga kita tak lagi berdoa bila berdiri dalam sunyi
Dan tak ciut melihat masa yang purba..
Selamanya akan tentram menunggu seluruh usia,
Menghitung ketidak-pastian dan bahagia..
Hanya mantra itu yang akan jadi penawar,
IKHLAS...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar